IMF dan Bank Dunia menggelar pertemuan tahunan di Bangkok, Thailand, mulai 12 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi yang pertama di luar Washington dalam tiga tahun terakhir dengan 18.000 peserta. Fokus utama adalah dampak perang Timur Tengah, lonjakan harga energi, dan beban utang global.
Meskipun ketahanan ekonomi global dinilai cukup kuat, tekanan baru muncul dari kenaikan harga diesel, pupuk, dan ancaman El Niño. Bank Dunia belum menurunkan proyeksi pertumbuhan. Sementara itu, G7 sepakat melepas cadangan minyak darurat dan AS mengizinkan impor diesel dari Rusia, meski dikritik Ukraina.
Sinyal fragmentasi geopolitik juga terlihat dari ketidakhadiran pejabat kunci seperti Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan tingginya imbal hasil obligasi AS. Ini mengisyaratkan koordinasi global yang belum solid di tengah ketidakpastian.
Bagi Indonesia, pertemuan ini sangat relevan sebagai importir minyak netto. Kenaikan harga energi global dan tekanan nilai tukar Rupiah memperburuk beban subsidi energi dan inflasi pangan. Kombinasi risiko energi, pupuk, dan cuaca memerlukan perhatian serius terhadap stabilitas fiskal nasional.