Meskipun ekonomi bergerak dinamis, tantangan seperti pengangguran terbuka 4,65% dan kemiskinan 8,07% menuntut penanganan serius. Pemerintah dan bank sentral diharapkan menjalankan kebijakan yang harmonis untuk memastikan kesempatan kerja dan rasa aman bagi masyarakat.
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 5,75% guna menjaga stabilitas harga dan keberlanjutan pertumbuhan. Melalui instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan operasi moneter, BI berupaya mengelola likuiditas agar pembiayaan mengalir ke kegiatan produktif.
Di sisi fiskal, APBN 2026 menargetkan penerimaan sebesar Rp3,153,6 triliun dan belanja sebesar Rp3,842,7 triliun. Dana pajak akan disalurkan untuk layanan publik, sementara subsidi dan belanja infrastruktur menjadi kunci untuk menopang kesejahteraan dan kapasitas ekonomi masyarakat.
Koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi krusial untuk mengatasi problematika ekonomi dan memastikan pembangunan berkelanjutan yang menguntungkan seluruh lapisan masyarakat.