Bocoran Kondisi Ekonomi RI Memasuki Kuartal IV-2026

Senin, 5 Oktober 2026 pukul 07.25
Bocoran Kondisi Ekonomi RI Memasuki Kuartal IV-2026

Sumber Berita Asli

News - Berita Terkini Indonesia dan Dunia - CNBC Indonesia

Baca di Website Asli ↗
Pemerintah menilai perekonomian Indonesia memasuki kuartal IV-2026 dalam kondisi solid di tengah ketidakpastian global dan tren suku bunga tinggi. Inflasi September 2026 tercatat 3,28% year-on-year, masih dalam sasaran nasional 2,5% ±1%, dengan inflasi inti melandai ke 2,84% dan administered prices turun ke 3,25%. Namun, volatile food masih menjadi perhatian dengan inflasi 5,03% akibat cuaca ekstrem dan El Nino, sehingga pemerintah memperkuat bantuan sosial dan stabilisasi pangan. Dari sektor eksternal, neraca perdagangan Januari-Agustus 2026 mencatat surplus US$7,25 miliar, ditopang ekspor besi dan baja, CPO, serta batu bara yang semuanya tumbuh positif. Ekspor industri pengolahan naik 6,62%, mencerminkan dampak hilirisasi. Sementara itu, impor didominasi bahan baku dan barang modal dengan kontribusi 91,3%, menunjukkan meningkatnya kebutuhan input produksi dan investasi domestik. Aktivitas manufaktur kembali ekspansi dengan PMI Manufaktur Indonesia naik ke 52,4 pada September 2026 dari 49,8 pada Agustus. Perbaikan didorong oleh pesanan baru, pertumbuhan pesanan ekspor tercepat sejak Mei 2022, serta membaiknya daya beli. Penyerapan tenaga kerja dan aktivitas pembelian juga meningkat, sementara inflasi harga input dan output melambat ke level terendah dalam enam bulan terakhir. Pemerintah akan terus menjaga daya beli, mendorong investasi dan produksi, serta meningkatkan daya saing industri nasional. Keyakinan pelaku usaha terhadap prospek produksi 12 bulan ke depan tetap tinggi.

Berita Terkait Lainnya