Harga emas dunia anjlok 2,56% pada perdagangan Selasa (1/9/2026) ke posisi US$ 4.327,6 per troy ons, menjadi titik terendah dalam hampir dua pekan. Penurunan ini dipicu oleh pernyataan hawkish Gubernur The Fed, Kevin Warsh, yang menegaskan bahwa upaya penurunan inflasi ke target 2% masih belum selesai.
Selain itu, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level 4,797% juga ikut menekan harga logam mulia tersebut. Mengingat emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), kenaikan yield obligasi membuat emas kurang menarik bagi investor dibandingkan instrumen lain yang menawarkan keuntungan lebih tinggi.