Upaya Uni Eropa melepaskan ketergantungan dari energi Rusia menghadapi paradoks ketika Spanyol justru menaikkan impor gas alam cair (LNG) dari Moskow sebesar 41,8% pada semester pertama 2026.
Lonjakan ini dipicu oleh konflik AS-Iran dan blokade Selat Hormuz yang membuat ekspor LNG dari Qatar anjlok 96%, sehingga memutus salah satu pemasok gas alternatif utama bagi Eropa.
Untuk menutupi kekosongan pasokan tersebut, operator energi Spanyol beralih ke LNG Rusia dari kawasan Arktik, dengan volume impor pada Maret 2026 mencapai rekor bulanan tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
Peningkatan impor ini juga terjadi menjelang berlakunya larangan Uni Eropa terhadap kontrak LNG Rusia jangka pendek yang mulai berlaku efektif pada 25 April 2026.