Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mendorong masyarakat untuk tidak pesimistis menghadapi dinamika ekonomi global yang memunculkan istilah 'in this economy'. Ia menekankan pentingnya strategi counter cycle agar ekonomi tetap bergerak dan mampu memutus siklus tekanan eksternal.
Emil menyampaikan hal ini saat Pekan Raya Jawa Timur (PRJ) Surabaya 2026, menekankan bahwa ekonomi Jatim memiliki fondasi kuat untuk tumbuh mandiri melalui penguatan konsumsi domestik yang menyumbang sekitar 60 persen perekonomian. Ia menilai pameran seperti PRJ strategis karena Jatim merupakan pusat produksi barang konsumsi nasional.
Optimisme tersebut didukung kinerja ekonomi Jawa Timur yang tumbuh 5,84 persen pada Januari—Juni 2026, tertinggi di Pulau Jawa. Menurutnya, menjaga perputaran ekonomi tanpa penyumbatan akan menciptakan efek bola salju positif bagi perekonomian daerah dan nasional.