Oleh: Azis Subekti, pendiri Serikat Masyarakat Produktif Indonesia, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra.REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Hutan dapat kehilangan sebagian besar pohonnya sementara namanya tetap tercatat sebagai taman nasional. Itulah kegelisahan yang dibawa Tesso Nilo ke hadapan kita.
Pada Juni 2025, Kementerian Kehutanan menyebut sekitar 24 persen dari kawasan seluas 81.793 hektare masih berupa hutan, sebagian besar sisanya menjadi areal terbuka yang didominasi permukiman dan kebun sawit ilegal.
Baca Juga
Dunia Kecam Sanksi AS terhadap Mahkamah Pidana Internasional, Israel Justru Sambut Gembira
Benarkah Napoleon Muslim? Tesis Sejarawan Prancis Picu Perdebatan di Paris
Bagaimana Umar bin Abdul Aziz Berantas Korupsi Birokrasi? Ini 7 Langkah Briliannya
Jarak antara status hukum dan kenyataan ekologis itu memperlihatkan betapa panjang pekerjaan negara setelah sebuah keputusan ditandatangani.Di Tesso Nilo, keadilan lingkungan harus menjawab dua kebutuhan yang hadir bersamaan: menghe...