Ukraine has built its own jet-powered drone interceptor — and it'll easily fit in the back of a pickup truck

Jumat, 28 Agustus 2026 pukul 21.10
Ukraine has built its own jet-powered drone interceptor — and it'll easily fit in the back of a pickup truck

Sumber Berita Asli

Latest from TechRadar

Baca di Website Asli ↗
Ukraina telah mengeploy interceptor bertenaga turbojet buatan dalam negeri bernama Alexa Spatium untuk menembak jatuh drone serang Rusia seperti seri Geran dan Shahed. Pesawat kompak berukuran 1,5 x 1,7 meter ini diluncurkan menggunakan ketapel portabel dekat garis depan. Interceptor ini dirancang dapat digunakan kembali, di mana ia akan terbang kembali ke titik peluncuran jika gagal menghancurkan target. Drone ini dapat dipasangi berbagai hulu ledak—seperti termobarik atau fragmentasi—dan dipandu melalui koordinat pra-peluncuran atau kendali operator dengan bantuan kamera elektro-optik serta sensor inframerah. Selain Ukraina, Inggris juga mengembangkan sistem serupa bernama Skyhammer. Namun, sistem interceptor drone ini belum mampu menangkal ancaman rudal balistik yang jauh lebih cepat, sebuah celah pertahanan yang cukup krusial mengingat persediaan rudal Patriot milik Ukraina semakin menipis. Untuk mengatasi hal tersebut, sepuluh negara Eropa bersama Ukraina dan Inggris membentuk Koalisi Anti-Rudal Balistik. Inggris juga telah mengizinkan produsen rudal MBDA untuk berbagi data rahasia mengenai komponen rudal jelajah Storm Shadow kepada insinyur Ukraina guna mendukung produksi varian lokal secara mandiri.

Berita Terkait Lainnya