Sekolah saat ini menghadapi dilema antara menjaga kenyamanan siswa dengan AC dan mematuhi aturan efisiensi energi seperti Pergub DKI Nomor 5 Tahun 2026. Masalah utamanya, tagihan listrik hanya menunjukkan total pemakaian tanpa mengetahui di mana energi terbuang.
Schneider Electric melihat rendahnya pemanfaatan data sebagai tantangan terbesar industri bangunan, di mana 90 persen peralatan listrik belum terhubung ke perangkat lunak. Akibatnya, manajemen gedung tidak tahu apa yang harus dihemat.
Untuk mengatasinya, Schneider Electric menawarkan pendekatan pahami, digitalkan, dan optimalkan melalui platform yang dapat memantau serta mengendalikan tata udara, kelistrikan, hingga keamanan di sekolah tanpa harus membangun gedung baru.
Solusi ini mencakup layanan asesmen seperti EcoConsult Walkthrough Assessment dan Energy Efficiency Audit untuk mengidentifikasi titik masalah, menemukan peluang efisiensi, dan memberikan rekomendasi yang berbasis data.