Angkatan Laut AS sedang mengembangkan torpedo baru bernama Silent Anvil Air-Launched Torpedo (SAA-LT) yang mampu meluncur diam-diam di udara sebelum memasuki lautan untuk melacak ancaman bawah air. Proyek ini mempertimbangkan dua pendekatan: membangun desain baru dari nol atau memasang kit luncur pada torpedo yang sudah beredar.
Sistem senjata ini memiliki batasan dimensi fisik yang ketat, dengan berat maksimal 268 pon dan panjang 70 inci. Torpedo ini dirancang untuk beroperasi pada berbagai kecepatan dan ketinggian hingga 60.000 kaki, yang selaras dengan kemampuan drone pengintai MQ-4C Triton.
Persyaratan teknis mengharuskan torpedo memasuki air pada sudut 45 hingga 90 derajat. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan waktu terbang di udara guna mendapatkan keunggulan siluman, sebelum meminimalkan waktu penyelaman saat eksekusi misi.
Pengembangan ini merupakan respons atas perluasan armada kapal selam China yang semakin canggih. AL AS menuntut prototipe berfungsi dalam 18 bulan setelah kontrak disepakati, dengan target produksi 180 unit tambahan dalam tiga tahun jika uji coba awal berhasil.