Penyelenggara sebut keamanan jaringan jadi kunci di lomba robot

Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 14.47
Penyelenggara sebut keamanan jaringan jadi kunci di lomba robot

Sumber Berita Asli

Berita Terkini - ANTARA News

Baca di Website Asli ↗
Beijing (ANTARA) - Penyelenggara "World Humanoid Robot Games" (WHRG) menyebut keamanan jaringan maupun keamanan informasi menjadi kunci sukses dalam lomba tersebut.Wakil General Manager China Unicom kantor Beijing, Yang Lifan dalam konferensi pers di Bejing, Minggu (23/8) mengatakan bahwa pihaknya memiliki tugas untuk memastikan keamanan dasar dari jaringan, yang mencakup keamanan jaringan maupun keamanan informasi.Keamanan informasi misalnya berkaitan dengan perlindungan dari serangan yang berasal dari luar sementara keamanan jaringan berarti seluruh perangkat harus dapat beroperasi dalam kondisi yang baik."World Humanoid Robot Games" (WHRG) kedua diselenggarakan pada 22–26 Agustus 2026 di "National Speed Skating Oval Beijing" di kompleks Olimpiade di Beijing sebagai ajang "olimpiade ala robot" karena mempertandingkan ribuan robot humanoid, yang memiliki bentuk mirip manusia dan bergerak juga seperti manusia baik di kategori olahraga, seni maupun skenario kerja.Baca juga: Opini: Makna 9,39 detik bagi kepandaian manusiaBaca juga: Pembukaan World Humanoid Robot Games ke-2 digelar di BeijingKompetisi tahun ini diikuti 2.056 robot dalam 51 nomor pertandingan dalam 1.301 sesi kompetisi, yang terdiri atas 30 nomor kompetitif dan 21 nomor berbasis skenario. Terdapat 666 tim dari 16 negara menjadi peserta dalam kompetisi itu atau meningkat 138 persen dibanding penyelenggaraan tahun lalu."Kami dapat mengatakan bahwa ada sebuah tim yang sangat besar yang bekerja diam-diam di balik layar. Mereka mungkin jarang berada di bawah sorotan, karena tugas mereka justru memastikan agar jaringan tidak mengalami masalah," tambah Yang Lifan.Jaringan yang dimaksudkan Yang di sini bukan hanya jaringan internet melainkan sistem yang menghubungkan perangkat supaya bisa saling mengirim dan menerima data.Robot dapat bergerak secara otonom dengan mengirim video dari kamera, data sensor, posisi, atau informasi lain melalui jaringan kemudian "server" atau "cloud" kemudian memproses data itu dan mengirim kembali instruksi kepada robot."Pada kondisi sekarang jaringan sudah menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan robotika, dan perannya akan semakin penting di masa mendatang," ungkap Yang.Yang menyebut, hingga sekitar satu tahun lalu, kebutuhan industri robot terhadap jaringan belum sebesar sekarang karena pada masa itu banyak robot masih dikendalikan menggunakan pengendali jarak jauh sehingga lebih banyak mengembangkan kemampuan mekanis robot, seperti kelenturan dan fleksibilitas gerakannya.Wakil General Manager China Unicom kantor Beijing, Yang Lifan (kiri) dan Wakil Presiden Lini Produk Jaringan Nirkabel Huawei sekaligus Presiden Lini Produk 5G & LTE TDD Li Jie (kanan) dalam konferensi pers di Bejing, Minggu (23/8). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)Namun, sejak April tahun ini, yaitu dalam Beijing E-Town Half Marathon and Humanoid Robot Half Marathon peran jaringan mulai menjadi sangat penting."Karena dalam kompetisi tersebut robot harus dapat bergerak secara mandiri. Robot membutuhkan jaminan komunikasi selama bergerak sedangkan jaringan yang dapat memberikan jaminan komunikasi di wilayah yang luas seperti itu hanyalah jaringan seluler! Dalam lomba maraton robot tersebut, enam robot yang menempati enam posisi teratas semuanya menggunakan dukungan jaringan yang kami sediakan," jelas Yang.Sedangkan Wakil Presiden Lini Produk Jaringan Nirkabel Huawei sekaligus Presiden Lini Produk 5G & LTE TDD Li Jie dalam acara yang sama mengatakan jika kualitas jaringan buruk, maka kemampuan kecerdasan berbasis "cloud" tentu juga akan terpengaruh."Karena itu, kami memperkirakan bahwa pada masa depan jaringan akan menjadi salah satu komponen terpenting dalam era AI. Dengan kata lain, jaringan akan menjadi semacam infrastruktur dasar bagi era AI," kata Li Jie.Lie Jie menyebut banyak pengalaman China dalam pembangunan jaringan komunikasi saat ini juga sebenarnya dapat diterapkan di luar negeri."Sebagai contoh, Huawei di Indonesia telah memiliki kerja sama yang sangat mendalam dengan operator telekomunikasi utama Indonesia, yaitu Telkomsel, Indosat dan XL untuk mulai memperluas pembangunan jaringan 5G secara besar-besaran pada tahun ini setelah mendapatkan alokasi atau izin spektrum yang diperlukan," ungkap Li Jie.Hal yang menjadi perhatian, menurut Li Jie, adalah bagaimana jaringan 5G tersebut dapat memberikan konektivitas yang lebih baik bagi konsumen biasa, rumah tangga, perangkat pintar, serta berbagai bentuk perangkat AI dan "Internet of Things" pada masa depan."Karena itu, kami percaya bahwa pada era AI, dengan menggabungkan teknologi AI dan jaringan komunikasi, kita dapat membangun sebuah sistem yang terintegrasi dan menyeluruh. Contohnya, jika ke depan chip AI juga ditempatkan langsung di dalam robot, konsumsi daya baterainya akan meningkat lebih besar lagi," jelas Li Jie.Baca juga: World Humanoid Robot Games 2025 tampilkan berbagai teknologi mutakhirSelama ini, menurut Li Jie, salah satu tantangan dalam ind...
Penyelenggara sebut keamanan jaringan jadi kunci di lomba robot - Teknologi - Feedify