Gus Ipang sebagai Waketum PBNU baru meluncurkan konsep "Technosantri" dengan mendorong pengembangan kurikulum berbasis AI, LLM, literasi digital, dan keamanan siber di lingkungan pesantren. Ia menawarkan kolaborasi kurikulum dengan kementerian terkait serta kerjasama dengan perusahaan teknologi untuk membuka akses pelatihan, magang, peluang kerja, dan pasar bagi santri.
Gus Ipang berpendapat jaringan sosial masif NU harus ditransformasikan menjadi ekosistem digital yang nyata. Pemanfaatan ruang digital melalui kiai, ustaz muda, dan kreator konten dinilai krusial untuk memperluas jangkauan dakwah dan kebaikan kepada masyarakat yang lebih luas.
Gagasan ini akan dibahas lebih lanjut di lingkungan pengurus PBNU sesuai arahan pimpinan tertinggi. Gus Ipang menegaskan bahwa adaptasi teknologi tidak bermakna meninggalkan tradisi, melainkan upaya agar manfaat NU tetap relevan dan menjangkau masyarakat di era yang berubah.