Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkap potensi mikroalga sebagai bahan bakar pesawat atau avtur. Ia menyebut mikroalga menarik dikembangkan karena Indonesia memiliki kekayaan alam seperti cahaya matahari, lahan, tenaga kerja, serta karbon dioksida dari ladang minyak dan gas.
Hashim menjelaskan bahwa mikroalga dapat diinjeksi dengan karbon dioksida dan dipaparkan cahaya matahari untuk menghasilkan bahan bakar penerbangan. Meskipun sering disebut sebagai sustainable aviation fuel (SAF), ia memilih menyebutnya sebagai green fuel atau blue fuel.
Selain sebagai sumber energi, pengembangan mikroalga berpotensi menghasilkan produk sampingan bernilai ekonomi, seperti pakan ternak dan suplemen protein berupa spirulina serta chlorella.
Hashim berharap produk-produk ini dapat memenuhi kebutuhan protein dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.