Di balik ambisi China pekerjakan jutaan robot di pabrik-pabriknya – 'Jika Anda tidak diperlukan dunia robotika, Anda pasti tersingkir'

Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 02.14
Di balik ambisi China pekerjakan jutaan robot di pabrik-pabriknya – 'Jika Anda tidak diperlukan dunia robotika, Anda pasti tersingkir'

Sumber Berita Asli

BBC News Indonesia

Baca di Website Asli ↗
China sedang memimpin revolusi robotika dengan mempekerjakan lebih dari dua juta robot di pabrik-pabrik manufakturnya, jumlah terbesar di dunia. Ambisi senilai US$20 miliar ini dicanangkan Presiden Xi Jinping untuk menempatkan China di garis depan inovasi global dan bersaing langsung dengan AS. Otomatisasi besar-besaran ini didorong oleh menurunnya populasi dan penuaan angkatan kerja, yang diprediksi kehilangan puluhan juta pekerja dalam dekade mendatang. Robot diandalkan untuk mengisi kesenjangan tenaga kerja tersebut, meski berisiko menggantikan jutaan pekerja manusia yang masih bergantung pada sektor manufaktur. Meski AS masih unggul dalam pengembangan AI sebagai 'otak' robot, China memiliki keunggulan mutlak dalam ekosistem manufaktur komponen robot. Didukung model AI open-source, perusahaan teknologi Tiongkok mampu berinovasi dan mengotomatiskan lini produksi dengan sangat cepat. Untuk menghadapi perubahan ini, China membekali generasi mudanya melalui sekolah vokasi yang fokus pada AI dan robotika agar mereka tidak tersingkir di dunia kerja masa depan. Namun, dampak pasti transformasi ini terhadap krisis ekonomi nasional dan nasib pekerja pabrik tradisional masih menjadi pertanyaan besar.

Berita Terkait Lainnya