Badan Program Lingkungan PBB (UNEP) memproyeksikan suhu global akan melampaui batas 1,5 derajat Celsius dalam beberapa tahun ke depan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana alam dan ancaman serius terhadap kesehatan manusia.
Dengan kebijakan saat ini, pemanasan global diperkirakan mencapai 2,6 derajat Celsius pada 2100. Bahkan jika target emisi nol bersih tercapai, suhu tetap diprediksi naik 1,8 derajat Celsius, yang dapat memicu cuaca ekstrem, kehilangan ekosistem, hingga tenggelamnya negara kepulauan kecil.
Sekjen PBB Antonio Guterres menekankan perlunya membuat pelampauan batas 1,5 derajat Celsius sekecil dan sesingkat mungkin. Ia mendesak seluruh dunia untuk berani melampaui batas ambisi dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Untuk menurunkan suhu kembali setelah melampaui batas tersebut, laporan menyebut penyerapan karbon dioksida harus melebihi jumlah emisi. Meski demikian, pengurangan emisi secara langsung tetap harus menjadi langkah utama yang tidak dapat digantikan.