Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui BKSDA Kalimantan Barat dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi seekor orangutan kalimantan jantan dewasa dalam kondisi lemah. Satwa ini diduga terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kebun sawit warga Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Orangutan tersebut sebelumnya terpantau masih aktif berpindah pada 16 Agustus 2026, namun ditemukan dalam keadaan lemah pada Ahad (30/8). Tim penyelamat kemudian melakukan pembiusan secara terukur agar proses evakuasi dan pemeriksaan dapat berjalan dengan aman.
Dokter hewan YIARI memberikan penanganan awal berupa pemberian oksigen dan cairan infus. Tim medis juga mengambil sampel darah, feses, serta rambut untuk mendukung pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
Sebagai bagian dari identifikasi dan pemantauan individu di masa depan, tim memasang microchip pada satwa tersebut. Kemenhut mengapresiasi laporan cepat dari masyarakat dan kerja sama seluruh pihak sehingga orangutan bisa segera diselamatkan.