Peneliti gabungan dari Scripps Institution of Oceanography dan Cal Poly memanfaatkan teknik analisis environmental DNA (eDNA) dari sampel air laut untuk memprediksi keberadaan paus.
Metode ini bekerja dengan menganalisis eDNA mikroba serta plankton dalam air laut, yang terbukti mampu memprediksi populasi paus biru, paus fin, dan paus bungkuk secara akurat. Teknik ini memungkinkan deteksi hewan laut tanpa harus melihatnya secara langsung.
Inovasi ini menghadirkan pendekatan yang lebih efisien, minim biaya, dan non-invasif untuk memantau keberadaan satwa laut, yang sangat krusial dalam mendukung upaya konservasi paus di masa depan.