Berbagai negara bersiap menetapkan standar waktu terpadu untuk Bulan dalam Konferensi Umum tentang Satuan dan Ukuran di Paris. Langkah ini diambil menyusul rencana pembangunan stasiun misi permanen dan sistem navigasi di Bulan yang akan dipercepat mulai tahun 2030.
Menurut teori relativitas umum, waktu di Bulan berjalan lebih cepat sekitar 56 mikrodetik per hari dibandingkan di Bumi karena perbedaan gravitasi. Perbedaan waktu ini berpotensi menimbulkan masalah serius dalam koordinasi misi luar angkasa masa depan.
Akurasi waktu menjadi sangat krusial karena kesalahan sebesar satu mikrodetik saja dapat mengubah posisi di Bulan sejauh 300 meter. Hal ini berisiko mengganggu operasi robot dan keakuratan sinyal satelit yang digunakan untuk memandu pembangunan pangkalan di permukaan Bulan.
Saat ini terdapat dua usulan utama untuk menetapkan standar waktu Bulan: menggunakan jam hipotesis di pusat massa Bulan, atau menggunakan jam nyata yang ditempatkan pada rata-rata ketinggian permukaan Bulan, mirip dengan cara kerja pengukuran waktu di Bumi.