Survei udara oleh peneliti Australia pada 2025 menemukan populasi dugong di Teluk Carpentaria anjlok hingga sekitar 50 persen, dari 10.000 ekor pada 2007 menjadi sekitar 5.000 ekor. Penurunan paling tajam tercatat di perairan Queensland, di mana pemantauan langsung menurun dari 231 ekor menjadi hanya 63 ekor.
Peneliti menduga penurunan signifikan ini berkaitan dengan kerusakan padang lamun yang menjadi sumber makanan utama dugong, serta ancaman dari praktik penangkapan ikan komersial menggunakan jaring insang.
Pemulihan populasi dugong diprediksi memakan waktu yang sangat panjang. Pasalnya, satwa laut yang masuk kategori rentan ini memiliki usia panjang serta membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak dan mencapai kematangan seksual.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah Queensland dan Northern Territory telah menghentikan penggunaan jaring insang di sejumlah wilayah. Pemerintah Northern Territory juga menjanjikan akan memberlakukan larangan total terhadap metode penangkapan ikan tersebut mulai akhir 2027.