Peneliti Universitas Palangka Raya (UPR) telah membuktikan efektivitas penggunaan sabun kecantikan asal Jepang, Shabondama Soap, untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut. Metode ini dikembangkan sejak 2012 berkat kolaborasi peneliti UPR dengan pihak Jepang.
Hasil riset menunjukkan penurunan kebutuhan air yang signifikan. Pada petak uji berukuran 1,5x1,5 meter, pemadaman yang biasanya membutuhkan 19 liter air kini hanya memerlukan 3,7 liter dengan campuran sabun tersebut, membawa efisiensi air hingga lebih dari 80 persen.
Meski terbukti siap diterapkan dalam skala besar, metode ini terkendala biaya operasional karena sabun masih harus diimpor langsung dari Jepang. Padahal, bahan baku pembuatannya sebenarnya tersedia di Indonesia.
Untuk mengatasi kendala tersebut, peneliti tengah menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar produksi sabun dapat dilakukan di dalam negeri. Langkah ini diharapkan menekan biaya sehingga inovasi ini bisa diaplikasikan secara luas setiap musim kemarau.