Peneliti dari Institut de Ciencies Fotoniques (ICFO) di Barcelona, Spanyol, mengumumkan kemajuan signifikan dalam rekayasa sel surya. Teknologi baru ini berpotensi meningkatkan efisiensi konversi energi di atas batas standar 33% yang dikenal sebagai batas Shockley-Queisser.
Tim peneliti mengidentifikasi 'Boltzmann loss' sebagai penyebab utama kehilangan energi, di mana cahaya inframerah terlepas saat konversi. Untuk mengatasi ini, mereka mengganti elektroda depan standar dengan lapisan perak yang sangat tipis yang berfungsi sebagian sebagai cermin untuk membatasi kebocoran cahaya.
Meskipun pengujian saat ini hanya menunjukkan peningkatan kecil, para ilmuwan memprediksi metode ini secara teoritis dapat mencapai efisiensi mendekati 43%, menjadi langkah maju besar dalam teknologi energi terbarukan.