Data satelit NASA mengungkap bahwa krisis air tanah global di 40 wilayah kritis ternyata lebih parah dari perkiraan sebelumnya. Penyusutan air tanah melonjak tajam, terutama akibat irigasi pertanian skala besar. Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap sumber daya air bawah tanah semakin mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap ketahanan air dan pangan global.