Teka teki kematian ilmuwan Rusia di pusat penelitian wabah pes di Siberia – Apa yang diketahui sejauh ini?

Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 01.19
Teka teki kematian ilmuwan Rusia di pusat penelitian wabah pes di Siberia – Apa yang diketahui sejauh ini?

Sumber Berita Asli

BBC News Indonesia

Baca di Website Asli ↗
Seorang teknisi laboratorium wanita berusia akhir 20-an di Siberia, Rusia, meninggal akibat wabah pes (Yersinia pestis) di Institut Anti-Wabah Siberia dan Timur Jauh. Gubernur Irkutsk awalnya menyebut penyebab kematian sebagai pneumonia, namun kemudian mengonfirmasi penyakit tersebut. Pemerintah Rusia melaporkan bahwa hampir 200 orang yang pernah melakukan kontak dengan korban sedang dalam pemantauan medis. Rospotrebnadzor menyatakan tidak ada situasi darurat di laboratorium tersebut dan meminta masyarakat untuk menghindari rumor. Pemerintah Amerika Serikat, dipimpin Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, menyatakan sedang memantau kasus ini dengan saksama. Trump menyatakan siap membantu jika diperlukan, sementara Rubio menegaskan tidak ada alasan untuk panik karena langkah karantina telah diambil. Ahli mikrobiologi menyoroti bahwa wabah pes, yang pernah menyebabkan Black Death, tetap menjadi ancaman kesehatan. Meskipun pneumonic plague berpotensi mematikan dan menular, penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik. Ada kekhawatiran potensial mengenai penggunaan patogen ini sebagai senjata biologis, meskipun para ahli menilai kemungkinan itu adalah insiden kecelakaan laboratorium.

Berita Terkait Lainnya