Peningkatan aktivitas satelit di luar angkasa telah memperbanyak jumlah sampah antariksa yang berasal dari satelit tidak aktif, bagian roket, dan pecahan benda antariksa. Sampah ini bergerak dengan kecepatan sangat tinggi sehingga berisiko merusak satelit operasional, mengancam astronaut, dan mengganggu misi luar angkasa. Bahaya utama mencakup tabrakan yang dapat melumpuhkan satelit dan memicu Kessler Syndrome, yaitu rangkaian tabrakan yang terus menghasilkan puing baru dan membuat orbit tertentu semakin sulit digunakan. Selain itu, sampah berukuran besar dapat kembali memasuki atmosfer Bumi melalui proses reentry, meskipun sebagian besar akan terbakar saat melewati atmosfer.