Kawasan Karangsambung di Kebumen, Jawa Tengah, menyimpan lebih dari 33.000 spesimen batuan yang berfungsi sebagai arsip geologis untuk memahami evolusi Bumi dan pembentukan wilayah Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memanfaatkan koleksi ini untuk penelitian, pembelajaran, serta mitigasi bencana. Peneliti menganalisis batuan melalui pengamatan megaskopis, mikroskopis, dan geokimia guna mengungkap proses geologi masa lalu, termasuk zona patahan yang berkaitan dengan gempa bumi.
Selain merekam sejarah Bumi, koleksi geodiversitas Karangsambung juga menyimpan informasi potensi sumber daya mineral dan bahan galian yang dapat dikembangkan untuk industri, konstruksi, dan teknologi tinggi. Kawasan ini menjadi kunci studi pembentukan Pulau Jawa, dengan temuan fosil Radiolaria, Sekis Mika berumur 117-125 juta tahun, batuan beku intrusi diabas, dan lava bantal.
Sejak 1964, Karangsambung menjadi kampus lapangan ilmu kebumian, ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 2018, dan diakui sebagai UNESCO Global Geopark pada 2024. BRIN berkomitmen memastikan pemanfaatan koleksi ini memberikan dampak positif bagi penelitian, pendidikan, dan masyarakat luas.