Perusahaan roket komersial China, CAS Space, bekerja sama dengan Guangzhou Laboratory untuk menyiapkan eksperimen farmasi di luar angkasa yang direncanakan memasuki tahap validasi penerbangan suborbital pada 2027 menggunakan wahana antariksa reusable Lihong-2. Misi ini akan menjalankan eksperimen kristalisasi protein dan obat bermolekul kecil serta menguji teknologi dan perangkat untuk kebutuhan farmasi luar angkasa.
Guangzhou Laboratory yang berfokus pada penelitian penyakit pernapasan akan bertanggung jawab merumuskan pertanyaan ilmiah, menyusun rancangan eksperimen, mengelola sampel, menjalankan eksperimen pembanding di darat, hingga menganalisis hasil penelitian. Peneliti utama Xu Qiang menyatakan lingkungan mikrogravitasi memungkinkan protein membentuk kristal berkualitas lebih tinggi dan sel lebih mudah membentuk agregat 3D untuk mempelajari mekanisme penyakit serta respons sel terhadap obat.
CAS Space mengembangkan wahana seri Lihong untuk mendukung penelitian kedokteran luar angkasa, eksperimen biomedis, manufaktur antariksa, hingga pariwisata luar angkasa. Lihong-1 telah menyelesaikan misi uji penerbangan suborbital pada Januari 2026, dan Wakil Presiden Fan Na menyebut kawasan antariksa dekat Bumi pada ketinggian 100-200 kilometer sebagai lingkungan ideal untuk penelitian mikrogravitasi.
Farmasi luar angkasa kini berkembang sebagai sektor baru dalam industri antariksa global. Forum Ekonomi Dunia memperkirakan nilai ekonomi antariksa dunia dapat meningkat dari sekitar 630 miliar dolar AS pada 2023 menjadi 1,8 triliun dolar AS pada 2035, dengan Goldman Sachs juga memperkirakan industri ini berpotensi berkembang menjadi sektor bernilai triliunan dolar dalam dua dekade mendatang.