Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah industri pengolahan mineral, yakni red mud dari pengolahan bauksit dan slag nikel, menjadi katalis untuk produksi biodiesel. Riset ini bertujuan mengubah limbah yang selama ini menjadi tantangan hilirisasi pertambangan menjadi material bernilai tambah yang mendukung energi terbarukan dan industri rendah karbon.
Peneliti BRIN, Boy Attaurrazaq, menjelaskan bahwa red mud dan slag nikel dieksplorasi sebagai katalis dalam proses transesterifikasi untuk mengubah minyak nabati menjadi biodiesel. Hasil pengujian menunjukkan katalis red mud mampu mengonversi asam lemak hingga mendekati 100 persen, menandakan potensi besar limbah mineral sebagai katalis ramah lingkungan.
Untuk mengatasi sifat red mud yang sangat basa dan tergolong limbah B3, tim periset memanfaatkan gelombang ultrasonik dan injeksi gas CO2 pada suhu ruang. Proses karbonasi ini menstabilkan fasa mineral, menetralkan keasaman, mengikat CO2, serta memulihkan oksida bernilai seperti besi dalam bentuk hematit dan magnetit. Sementara itu, slag nikel diolah melalui metode leaching dengan asam klorida dan hidrogen peroksida untuk memulihkan magnesium hidroksida dan nikel dengan tingkat pemulihan tinggi.
Riset lanjutan akan mencakup life cycle assessment (LCA) dan analisis teknoekonomi guna mengevaluasi efisiensi serta kelayakan hilirisasi pada skala industri. Langkah ini diharapkan memperkuat transisi energi dan pengelolaan limbah mineral yang berkelanjutan di Indonesia.