BRIN Perkuat Evaluasi Tapak PLTN dengan Pendekatan Multi-Hazard

Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 01.29
BRIN Perkuat Evaluasi Tapak PLTN dengan Pendekatan Multi-HazardIlustrasi (Auto-Generated)

Sumber Berita Asli

Technology Indonesia

Baca di Website Asli ↗
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan pendekatan multi-hazard untuk memperkuat evaluasi kelayakan tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pendekatan ini mengintegrasikan berbagai bahaya eksternal seperti gempa bumi, likuifaksi, tsunami, gunung api, dan sesar aktif secara menyeluruh, bukan terpisah. Inovasi utamanya adalah metodologi klasifikasi bahaya likuifaksi secara probabilistik yang memungkinkan pengukuran risiko kondisi tanah lebih terukur. Peneliti BRIN, Akhmad Muktaf Haifani, menekankan bahwa evaluasi tapak harus mempertimbangkan respons tanah dan potensi likuifaksi, bukan hanya besar guncangan gempa. Metodologi ini dipresentasikan di forum Internasional IAEA di Wina, Austria, pada September 2026. BRIN juga berperan sebagai panelis dalam diskusi SEED Review Services IAEA untuk mendapatkan masukan teknis serta menyampaikan tantangan Indonesia sebagai *embarking country* dalam membangun kapasitas evaluasi tapak nuklir. BRIN menjajaki kerja sama teknis dengan Korea Atomic Energy Research Institute (KAERI) untuk pengembangan software analisis multi-hazard (COHRISK). Tujuannya mengintegrasikankajian *seismic hazard*, *fault capability*, dan likuifaksi guna menyediakan dasar ilmiah utuh bagi keselamatan fasilitas nuklir di Indonesia.

Berita Terkait Lainnya