Pemerintahan Trump berencana menghentikan bantuan militer dan keamanan senilai 61 juta Dolar AS untuk pasukan Peshmerga di wilayah Kurdistan Irak, yang merupakan sekutu utama AS dalam menumpas ISIS.
Keputusan ini menyusul keputusan Pentagon untuk tidak memperpanjang nota kesepahaman (MoU) yang akan berakhir pada 30 September 2026, bertepatan dengan penarikan penuh pasukan koalisi dari Irak dan penutupan pangkalan militer AS di Irbil.
Penghentian dana memicu kekhawatiran terjadinya kekosongan kekuasaan di Irak utara. Kondisi ini dinilai berpotensi melemahkan posisi sekutu AS di tengah serangan rudal Iran, sekaligus memberi peluang strategis bagi Iran, Tiongkok, dan Rusia untuk memperluas pengaruh di Timur Tengah.
Meski demikian, AS menegaskan bahwa Pasukan Keamanan Irak kini dinilai mampu memimpin operasi keamanan secara mandiri. Pejabat pertahanan AS dilaporkan masih mengkaji skema kerja sama bilateral baru dengan Baghdad untuk menjaga stabilitas kawasan pasca-2026.