Inovasi pengolahan sampah Sistem Kampung Bali Berkelanjutan (Sikambal) di Jakarta Pusat masuk tiga besar ajang inovasi kelurahan tingkat Provinsi DKI Jakarta. Lurah Kampung Bali, Musa, optimistis meraih hasil terbaik karena program tersebut telah dijalankan dan melibatkan masyarakat secara langsung.
Sikambal dikembangkan dengan mengintegrasikan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Program ini menghasilkan produk bernilai jual seperti boneka edukasi bercocok tanam yang direncanakan akan diproduksi massal dengan harga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.
Inovasi ini memiliki empat pilar utama, yaitu Sikambal Digital, Kampung Bali Magot, Urban Farming, dan Sikambal Edu. Penerapannya melibatkan sekitar 400 warga dan mampu mengolah satu ton sampah organik setiap bulannya.
Kepala Pusat Riset Inovasi Daerah Bappeda DKI Jakarta berharap Sikambal tidak berhenti sebagai program perlombaan, tetapi terus berkelanjutan dan memberikan solusi nyata bagi masalah lingkungan di Jakarta.