M. Sarmuji resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Setelah pelantikan, Sarmuji menyatakan akan segera mundur dari posisinya sebagai anggota DPR dan Ketua Fraksi Golkar karena jabatan eksekutif dan legislatif tidak dapat dirangkap.
Sarmuji mengaku secara otomatis sudah bukan anggota DPR sejak dilantik, namun pengunduran diri resmi akan dilakukan secepatnya. Ia juga menyadari beban berat yang diembannya sebagai Menperin, terutama karena perindustrian menjadi faktor penting pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Ia akan fokus pada pertumbuhan industri yang menyerap banyak tenaga kerja, seperti tekstil dan alas kaki. Sarmuji menekankan bahwa Kemenperin tidak bisa bekerja sendiri dan perlu berkoordinasi dengan Kementerian Investasi, Keuangan, dan Perdagangan untuk insentif serta kebijakan impor.
Koordinasi juga akan dilakukan dengan Presiden dan Menko terkait arahan. Sarmuji berkomitmen untuk mendorong industri dalam negeri agar tumbuh lebih tinggi dan berkontribusi pada ekonomi nasional.