Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menurunkan ribuan ASN, TNI, dan Polri untuk membersihkan material sisa kebakaran yang menghanguskan Kampung Adat Sade. Bupati Lalu Pathul Bahri menyatakan kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk komitmen dan sinergitas semua pihak untuk mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lalu Sarkin menjelaskan puing-puing yang dibersihkan terdiri dari arang, pecahan kaca, dan peralatan dapur. Limbah tersebut langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena tidak memungkinkan untuk dipilah, didukung oleh armada pengangkut sampah dan truk tangki air dari berbagai instansi.
Pada Sabtu (22/8), ratusan bangunan di ikon wisata budaya tersebut ludes dilalap api. Berdasarkan data sementara, bencana ini menghanguskan 75 unit rumah adat dan 69 unit bangunan rumah atau toko seni, serta berdampak pada 320 jiwa. Meskipun tidak ada korban jiwa, berbagai barang berharga warga seperti kain tenun, emas, dan perabotan rumah tangga ikut lenyap terbakar.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait saat ini tengah berfokus pada penanganan dan pemulihan terhadap para korban, termasuk rekonstruksi rumah adat yang akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan warga setempat.