Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang menyiapkan surat edaran terkait penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan pengurangan aktivitas luar ruangan sebagai respons terhadap penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini dilakukan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama guna melindungi kelompok rentan. Berdasarkan data ISPU, wilayah seperti Muaro Jambi dan Palangkaraya kini berada pada level berbahaya dengan skor melebihi 300.
Tingginya polutan PM 2.5 berisiko memicu gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata dan kulit, hingga peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas luar ruangan, memakai masker, memantau kualitas udara, serta memastikan ketersediaan fasilitas layanan kesehatan untuk mengantisipasi dampak karhutla.