Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid di Istana Negara pada Senin (12/10/2026). Dalam arahan tersebut, Presiden meminta agar seluruh sumber daya yang tersedia dikerahkan secara optimal untuk mempercepat proses pemadaman api. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden menekankan pentingnya penguatan upaya penanganan agar kebakaran tidak meluas. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi karhutla yang membutuhkan koordinasi intensif dari berbagai pihak.