Suwarno, seorang pensiunan pustakawan sejak 2015 yang kini menyandang disabilitas, dilaporkan kehilangan akses bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Ia tergolong dalam desil 10 yang menempatkan dirinya pada kategori ekonomi yang dianggap mampu secara data, meskipun realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya. Kondisi ini menimbulkan persoalan serius bagi Suwarno yang membutuhkan bantuan tersebut untuk bertahan hidup sehari-hari.
Permasalahan ini kembali menyoroti kelemahan sistem pendataan bansos berbasis desil yang belum sepenuhnya merepresentasikan kondisi sosial ekonomi sebenarnya dari penerima manfaat. Kasus Suwarno menjadi salah satu contoh nyata ketika kategori penentuan berbasis data terbukti tidak akurat dan berdampak langsung pada hak hidup penyandang disabilitas lanjut usia yang rentan.