Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa pembangunan pusat data untuk kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia harus mempertimbangkan ketersediaan energi dan air agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat. Ia menyatakan bahwa kebutuhan komputasi AI memang memerlukan data center, tetapi kecukupan energi dan air untuk layanan publik tidak boleh terganggu.
Untuk menyeimbangkan kebutuhan komputasi AI dan sumber daya, diperlukan koordinasi lintas sektor sebelum menerbitkan izin pembangunan pusat data. Kemkomdigi memetakan kebutuhan komputasi, jumlah pengguna internet, serta lokasi dengan konektivitas memadai, termasuk ketersediaan air, energi, dan sinyal yang baik.
Meutya menyebut kebutuhan pembangunan pusat data meningkat seiring perkembangan geopolitik yang mendorong investasi perusahaan global. Namun, pembangunan perlu ditata agar tidak terjadi kelebihan kapasitas dan tetap sesuai kebutuhan, dengan penentuan lokasi yang tepat.
Ia menekankan pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital harus berjalan beriringan dengan perlindungan sumber daya bagi masyarakat. Penentuan lokasi menjadi penting agar pusat data tidak mengganggu kebutuhan air dan energi di wilayah sekitarnya.