Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa dimulainya kembali diplomasi dengan Amerika Serikat (AS) "bukan hal yang mustahil" setelah adanya "diskusi kreatif" dengan Qatar selaku mediator.
Araghchi menegaskan bahwa kemajuan diplomasi bergantung pada pemahaman AS bahwa tekanan tidak akan berhasil. Ia meminta Washington membangun kepercayaan dan memenuhi komitmennya tanpa menjelaskan lebih rinci.
Pernyataan positif ini disampaikan meski AS pekan ini meluncurkan kampanye untuk melumpuhkan perekonomian Iran. Serangkaian kunjungan diplomatik dari mediator seperti Pakistan, Oman, dan Qatar juga baru saja dilakukan ke Teheran.
Di sisi lain, AS tetap menunjukkan sikap keras. Donald Trump mengisyaratkan tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran—salah satu tuntutan utama Teheran—hanya untuk memulai kembali perundingan.