Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa penggunaan tepung singkong untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berada dalam tahap kajian dan uji coba. Tepung singkong tersebut belum siap untuk diproduksi massal maupun diterapkan secara luas di lapangan.
Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan kajian teoritis setelah mendengar informasi mengenai praktik tersebut. Para ahli kimia molekuler di BRIN telah memastikan bahwa metode ini secara teoritis memang dapat berfungsi memadamkan api.
Meski demikian, Arif menegaskan bahwa keberhasilan teoritis belum menjamin efektivitas tepung singkong untuk menangani karhutla dalam skala besar. Oleh karena itu, BRIN saat ini sedang bekerja sama dengan Polri untuk melakukan uji coba guna mengukur efektivitas dan menentukan cara penerapan yang paling tepat di lapangan.