Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 16.48

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendesak pemerintah segera mencairkan dana bersifat siap pakai merespons penanggulangan bencana untuk merevitalisasi 253 sekolah rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).Menurut Fikri, langkah cepat pencairan dana yang telah disiagakan sebesar Rp5 triliun itu bernilai krusial untuk menjamin keselamatan fisik warga sekolah, sekaligus memastikan pemenuhan hak pendidikan anak-anak tidak terabaikan pascabencana."Keselamatan warga sekolah harus menjadi prioritas, ratusan sekolah yang rusak akibat gempa di NTT harus menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut keselamatan dan hak anak untuk mendapatkan pendidikan," kata Fikri di Jakarta, Selasa.Fikri pun menyadari bahwa biaya untuk merevitalisasi ratusan gedung tidak akan mampu jika hanya mengandalkan anggaran reguler dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Oleh karena itu, dia memandang sinergi lintas lembaga menjadi satu-satunya jalan keluar."Biaya yang dibutuhkan sangat besar, anggaran di Kemendikdasmen tidak cukup, maka Kemendikdasmen perlu berkoordinasi dengan BNPB untuk mengantisipasi hal ini, di sana ada anggaran recalling bencana," kata Fikri.Lebih lanjut, ia memandang dana triliunan rupiah yang dapat diakses oleh BNPB tersebut sangat memadai untuk segera dialokasikan bagi pemulihan infrastruktur pendidikan di NTT, terlebih alokasinya dapat ditambah jika eskalasi kebutuhan dan permintaan resmi di lapangan meningkat.Baca juga: Mendagri minta pendataan kerusakan sekolah dan rumah ibadah di NTTSelanjutnya, Fikri mewanti-wanti pemerintah terkait transparansi penyaluran dana pemulihan tersebut. Ia meminta agar seluruh aliran dana diawasi dengan ketat guna mencegah terjadinya praktik penyelewengan di tengah situasi krisis."Seluruh pembangunan harus transparan dan diawasi agar anggaran tepat sasaran. Jangan sampai dalam situasi bencana justru muncul persoalan baru karena lemahnya pengawasan," ucap dia.Diketahui, berdasarkan data Kemendikdasmen per 16 Agustus 2026, gempa telah merusak 253 sekolah dari berbagai jenjang di NTT. Kerusakan paling parah tercatat di Kabupaten Manggarai dengan 104 sekolah, disusul Manggarai Timur (52), Nagekeo (44), Ende (39), Ngada (35), Sikka (27), dan Manggarai Barat (23).Sembari menunggu perbaikan fisik bangunan yang aman, Fikri juga mendorong pemerintah pusat dan daerah segera mendirikan fasilitas sekolah darurat. Ia pun meminta adanya asesmen psikologis awal yang melibatkan Kementerian Sosial (Kemensos).“Kami juga mendorong Kemendikdasmen untuk menyiapkan fasilitas sekolah darurat bagi anak-anak yang terdampak bencana dengan catatan sudah dipastikan tidak mengalami trauma. Apabila mengalami trauma, maka perlu dilakukan upaya trauma healing,” ujarnya.Baca juga: Anggota DPR minta bantuan gempa NTT disalurkan merataSebagai solusi untuk masalah kegiatan belajar mengajar jangka pendek di tengah lumpuhnya infrastruktur dan jaringan internet, Fikri menyarankan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis modul fisik yang dibagikan secara proaktif oleh pemerintah kepada siswa.Pewarta: Tri Meilani AmeliyaEditor: Bambang Sutopo Hadi Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.