Ini Daftar 10 K/L dengan Jatah Anggaran Terbesar di RAPBN 2027

Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 10.35
Ini Daftar 10 K/L dengan Jatah Anggaran Terbesar di RAPBN 2027

Sumber Berita Asli

News - Berita Terkini Indonesia dan Dunia - CNBC Indonesia

Baca di Website Asli ↗
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pemerintah optimistis kinerja perekonomian nasional akan tetap solid dan terjaga pada 2027 seiring dengan terpeliharanya stabilitas makroekonomi dan dukungan kebijakan pemerintah.
 
 Optimisme tersebut turut tercermin dalam RAPBN 2027 yang didesain ekspansif secara kolaboratif, terarah, dan terukur. Pendapatan negara dalam RAPBN 2027 diproyeksikan mencapai Rp3.426,0 triliun, tumbuh 6,8 persen dibandingkan outlook 2026. Sementara itu, belanja negara direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun dengan defisit anggaran sebesar 2,40% terhadap PDB.
 
 "Fiskal kita tetap dirancang untuk ekspansif walaupun tidak besar sekali. Tapi yang jelas dari pemerintah akan ada dorongan ke perekonomian," jelas Menkeu.
 
 
 
 Dari sisi pendapatan, penerimaan perpajakan diproyeksikan mencapai Rp2.908 triliun, sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp517,4 triliun dan hibah Rp700 miliar. Peningkatan pendapatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas fiskal secara bertahap dan berkelanjutan.
 
 Pada sisi belanja, pemerintah mengarahkan pada belanja berkualitas dengan tetap menjaga kinerja pelayanan publik dan mendukung daya beli masyarakat dalam rangka mencapai keberlanjutan pembangunan. Dalam RAPBN 2027, belanja negara diproyeksikan mencapai Rp4.097,2 triliun atau tumbuh 3,9% dari outlook 2026 yang terdiri dari belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp3.362,2 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp735,0 triliun.
 
 Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo pada Pidato Kenegaraan dalam rangka Penyampaian RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan, RAPBN 2027 difokuskan pada 8 klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yakni kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana; ekonomi kerakyatan dan desa; serta penurunan kemiskinan.
 
 "Kebijakan belanja pemerintah pusat ini difokuskan untuk mendukung pencapaian target PKPN tahun 2027, kemudian untuk optimalisasi belanja untuk mendukung kebijakan pemerintah, mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas layanan publik dan SDM, serta menjaga daya beli masyarakat. Kita juga akan mendorong pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung pencapaian prioritas nasional seperti yang dipresentasikan Bapak Presiden tadi di DPR," imbuh Menkeu Purbaya.
 
 Untuk melihat lebih rinci, terkait dengan belanja pusat, berikut ini 10 K/L dengan belanja tertinggi dalam RAPBN 2027:
 
 
 
 
 
 No
 
 
 Kementerian/Lembaga
 
 
 RAPBN 2027
 
 
 
 
 1
 
 
 Badan Gizi Nasional (BGN)
 
 
 Rp240,2 triliun
 
 
 
 
 2
 
 
 Kementerian Pertahanan (Kemenhan)
 
 
 Rp189,0 triliun
 
 
 
 
 3
 
 
 Kepolisian RI (Polri)
 
 
 Rp139,2 triliun
 
 
 
 
 4
 
 
 Kementerian Pekerjaan Umum (PU)
 
 
 Rp114,59 triliun
 
 
 
 
 5
 
 
 Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
 
 
 Rp102,12 triliun
 
 
 
 
 6
 
 
 Kementerian Agama (Kemenag)
 
 
 Rp87,7 triliun
 
 
 
 
 7
 
 
 Kementerian Sosial (Kemensos)
 
 
 Rp84,7 triliun
 
 
 
 
 8
 
 
 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)
 
 
 Rp65,17 triliun
 
 
 
 
 9
 
 
 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)
 
 
 Rp61,10 triliun
 
 
 
 
 10
 
 
 Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
 
 
 Rp49,8 triliun
 
 
 
 
 
 Total anggaran 10 instansi terbesar: Rp1.133,58 triliun. (haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Berita Terkait Lainnya