Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Mukhtarudin meluncurkan program SMK Go Global di Balai Diklat Industri Jakarta Timur untuk meningkatkan kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Program ini terbuka tidak hanya bagi lulusan SMK, tetapi juga lulusan SMA dan umum, termasuk S1 dan S2. Peserta akan dibekali dengan pelatihan up-skilling teknis, sertifikasi kompetensi, serta pelatihan bahasa sesuai standar negara tujuan.
Pemerintah menargetkan 500 ribu tenaga kerja melalui program ini, terdiri dari 300 ribu lulusan SMK dan 200 ribu lulusan umum, untuk mengisi berbagai sektor seperti caregiver, welder, hospitality, hingga manufaktur.
Negara tujuan penempatan meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, dan beberapa negara lainnya. Kurikulum pelatihan dirancang secara komprehensif berdasarkan data kebutuhan industri nyata agar tenaga kerja Indonesia siap bersaing di pasar global.