Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H Kurniawan, menyoroti pernyataan Ketua Umum DPP Projo Budi Arie terkait percepatan sejarah sebelum 2029. Kurniawan mengaitkan pernyataan tersebut dengan kerusuhan yang terjadi pada 27 Agustus 2026.
Kurniawan menilai kericuhan tersebut terjadi hanya dua hari setelah pernyataan Budi Arie viral, sehingga diduga terjadi secara sengaja atau by design. Menurutnya, aksi demo yang seharusnya berjalan damai telah dibajak oleh pihak-pihak tertentu.
Ia menyebut adanya kelompok seperti Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang sengaja menginginkan demo berlangsung ricuh. Tujuannya adalah untuk menggoyahkan pemerintahan Prabowo Subianto hingga berpotensi membawa padanya korban jiwa.
Lebih lanjut, Kurniawan menilai pernyataan Budi Arie tersebut ditangkap oleh relawan sebagai sinyal untuk mempersiapkan pergantian pemimpin sebelum waktu yang seharusnya.