Calon Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa kekuatan Polri harus berasal dari kepercayaan masyarakat, bukan ketakutan, dengan mengusung doktrin "Polisi Bersama Masyarakat". Ia berjanji polisi hadir untuk melindungi dan memberikan pertolongan, serta mampu menerima kritik tanpa kehilangan kewibawaan, dengan prinsip humanis namun tidak permisif dan tegas namun tidak sewenang-wenang.
Suyudi mengusung strategi "continuity with correction" dengan menegaskan tidak akan memulai pembenahan dari nol. Program-program pendahulu yang terbukti baik—seperti profesionalisme, modernisasi pelayanan, pendekatan prediktif, ETLE, layanan 110, hingga restorative justice—akan dilanjutkan dan diperkuat.
Program yang belum optimal akan disempurnakan, kebijakan tumpang tindih disederhanakan, dan yang menyimpang dari hukum atau etika akan dikoreksi tegas. Suyudi menekankan agar praktik baik tersebut menjadi standar kerja sistemik dari Mabes hingga tingkat Polsek, tidak bergantung pada figur pimpinan.
Dalam uji kelayakan di Komisi III DPR, Suyudi menggarisbawahi bahwa institusi harus lebih besar daripada figur pimpinannya, memastikan transformasi Polri berkelanjutan dan berlandaskan keadilan serta kehadiran di sisi rakyat.