Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjadikan pemberdayaan santri dan masyarakat sebagai strategi jangka panjang untuk mencegah terorisme. Kepala BNPT Eddy Hartono menegaskan bahwa santri perlu dibekali wawasan keagamaan, kebangsaan, hingga keterampilan kemandirian agar tidak terseret paham intoleransi dan radikalisme.
Upaya ini diwujudkan melalui program penguatan di Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah, yang merupakan pesantren eks-afilitasi Jamaah Islamiyah terbesar kedua di Indonesia. Program kolaboratif lintas sektor ini berlangsung selama tujuh hari sejak 10 Agustus 2026, melibatkan berbagai kementerian, lembaga, hingga dunia usaha.
Berbagai dukungan konkret disalurkan, seperti bibit padi dan alat pertanian dari Kementan, peralatan teknologi dari Densus 88, fasilitas kesehatan dari Polres Jepara, hingga mesin espresso dan alat penyaring air dari BNPT. Dukungan ini bertujuan membangun ekosistem ekonomi dan kemandirian di lingkungan pesantren.
Dengan kolaborasi ini, BNPT berkomitmen menerjemahkan kebijakan pencegahan terorisme menjadi program nyata yang memperkuat ketahanan sosial. Harapannya, para santri memiliki bekal masa depan yang positif dan terciptanya Indonesia yang lebih aman, damai, dan berdaya.