Arab Saudi, Turki, dan Pakistan mengadakan pertemuan komite pertama di Istanbul sebagai bagian dari Perjanjian Pertahanan Bersama Pakta Mekkah yang ditandatangani pada 7 Agustus. Pertemuan ini melibatkan menteri luar negeri, menteri pertahanan, dan kepala staf militer dari ketiga negara untuk membahas keamanan internasional.
Fokus utama pertemuan adalah memperdalam kerja sama pertahanan dengan menjalankan pakta yang menetapkan serangan terhadap salah satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya, mengadopsi mekanisme mirip Pasal 5 NATO.
Ketiga negara berencana membentuk mekanisme koordinasi lanjutan, mencakup latihan militer gabungan dan kolaborasi industri pertahanan, guna membangun hubungan militer yang lebih kelembagaan dan berkelanjutan.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan pakta ini bersifat defensif dan menyambut baik dukungan Presiden AS Donald Trump, serta berkomitmen memainkan peran konstruktif untuk stabilitas kawasan.