Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan bahwa sistem digitalisasi pemerintah berbasis kecerdasan buatan (AI) akan diluncurkan secara nasional pada Oktober 2026. Implementasi sistem ini kini diklaim telah mencapai 70 hingga 80 persen.
Luhut menyoroti tiga keunggulan utama dari penggunaan AI tersebut. Pertama, sistem ini dapat mempersempit peluang suap karena meminimalkan interaksi langsung antarmanusia dalam pelayanan administrasi pemerintahan, di mana AI dinilai tidak dapat disuap.
Keunggulan kedua adalah potensi penghematan anggaran belanja pemerintah, khususnya untuk pengadaan barang dan jasa, sebesar 20 hingga 30 persen. AI mampu mendeteksi anomali harga sehingga membuat proses pengadaan lebih transparan dan akurat.
Keunggulan terakhir adalah peningkatan akurasi penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui integrasi data lintas kementerian. Sistem ini ditargetkan dapat menekan tingkat ketidaktepatan sasaran bansos hingga di bawah lima persen.