Bill Gates memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) berpotensi menghilangkan sejumlah pekerjaan dan mengubah banyak profesi lainnya. Dampak paling cepat akan terasa pada pekerjaan kerah putih berbasis komputer, seperti bidang hukum, layanan pelanggan, dan administrasi, karena AI generatif sudah mampu mengerjakan tugas-tugas digital secara efisien.
Tugas yang terstruktur, berulang, dan bergantung pada data digital sangat rentan diotomatisasi. Sebaliknya, profesi yang membutuhkan empati, kepercayaan, tanggung jawab hukum, dan kreativitas tinggi, seperti guru, perawat, dan dokter, akan berubah lebih lambat meski tetap menggunakan alat AI.
Data IMF memperkirakan sekitar 40 persen pekerjaan global terekspos AI. Menghadapi hal ini, Gates mendorong diskusi mengenai pajak bagi perusahaan yang mengotomatisasi tenaga kerja, di mana dananya dapat dialokasikan untuk pelatihan dan perlindungan sosial pekerja.
Pekerja diimbau memperkuat keterampilan yang melengkapi AI, seperti pemeriksaan fakta, pengambilan keputusan, dan pemahaman tujuan bisnis. Sementara itu, perusahaan dan pemerintah diminta untuk bersiap menghadapi transisi ini dengan menyiapkan regulasi serta jaminan sosial yang adaptif.