Perdana Menteri Samoa, La'auli Leuatea Schmidt, menyampaikan permohonan maaf setelah video lama yang memperlihatkan dirinya memperagakan gestur Nazi dan mengucapkan 'Heil Hitler' tersebar luas. Video tersebut dikatakan berasal dari sekitar 20 tahun lalu dan telah memicu kontroversi publik.
Schmidt menyatakan penyesalannya atas tindakan dalam video itu dan menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai toleransi serta persatuan. Ia berjanji akan fokus pada tugasnya sebagai pemimpin dan tidak mengulangi kesalahan serupa.
Insiden ini menjadi perhatian internasional karena simbol Nazi sangat sensitif, terutama bagi komunitas Yahudi dan korban kekejaman Perang Dunia II. Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemimpin atas perilaku masa lalunya.
Hingga kini, belum ada laporan lebih lanjut mengenai dampak politik dalam negeri Samoa maupun reaksi resmi dari pemerintah atau organisasi internasional terkait.