Amerika Serikat menarik seluruh pesawat pengebom B-1 dari pangkalan RAF Fairford, Inggris, setelah adanya dugaan rencana serangan teror. Penarikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dengan dua kapal tanker dilaporkan diserang di perairan dekat Oman dan Iran. Seorang warga berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran ditangkap terkait rencana serangan, dan enam orang sempat ditahan. Iran membantah keterlibatan, sementara Selat Hormuz semakin panas dengan serangan terhadap kapal tanker dan ancaman Iran untuk tidak membuka selat sepenuhnya sebelum tuntutannya dipenuhi.
Ketegangan meluas ke Arab Saudi, di mana kelompok Houthi mengklaim serangan terhadap fasilitas Aramco di Riyadh sebagai balasan atas serangan Arab Saudi di Yaman. Otoritas Saudi belum berkomentar, dan jika terkonfirmasi, ini akan menjadi eskalasi baru dalam konflik multi-front. Serangan terhadap kapal di Selat Hormuz terus terjadi, mengancam jalur energi strategis yang sebelumnya dilalui seperlima pasokan minyak dunia.
Investor khawatir konflik besar di Timur Tengah akan kembali pecah, dengan harga energi naik akibat serangan dan ancaman eskalasi. AS mengirim kelompok tempur kapal induk ketiga ke wilayah tersebut, sementara G7 melepaskan cadangan minyak untuk menekan harga. Pada perdagangan Jumat, harga minyak Brent dan WTI sedikit turun, tetapi risiko geopolitik tetap tinggi karena mencakup keamanan pelayaran dan stabilitas pasokan energi global.