Kebakaran di TPA Jatibarang, Semarang, belum berhasil dipadamkan hingga hari kelima pada Ahad (4/10/2026). Titik api dan kepulan asap masih terdeteksi di area seluas 2 hingga 2,5 hektare, dengan enam sampai sepuluh titik api yang terus muncul sejak kebakaran pertama kali terjadi pada Rabu (30/9/2026). Tumpukan kasur kapas diidentifikasi sebagai salah satu pemicu kobaran api.
Untuk mempercepat pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengerahkan 50 personel, lima unit mobil pemadam, lima armada tangki air, dan tiga pompa portabel. Penanganan juga didukung light tower dari BPBD serta ekskavator dari Dinas Pekerjaan Umum untuk pengerukan lereng dan penataan zona pembuangan sampah.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan bahwa pasokan air dari pembendungan Sungai Cebong sangat mencukupi. Mulai Senin (5/10/2026), penyaluran air melalui 12 armada tangki akan disiagakan nonstop selama 24 jam dalam empat sif kerja, melibatkan TPA, PP, DPU, Disperkim, PDAM, dan BNPB.
Selain pengondisian air, penataan zona pembuangan sampah dan penanganan teknis terus berjalan intensif. Logistik bagi petugas di lapangan dipenuhi oleh Baznas dan mitra terkait. Awalnya, luas area yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare di Zona 1, 2, dan 3 TPA Jatibarang.